Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya (Yesaya 26:3)
Bulan Juni ini adalah bulan yang istimewa, karena pada bulan ini jemaat
Gereja Misi Indonesia di Frankfurt genap berusia 33 tahun, dan peringatan
hari Ulang Tahun GMI-F ini akan dirayakan tepat pada hari Minggu yang
pertama, yaitu tgl. 7 Juni 2026. Kita patut bersyukur kepada Tuhan sebagai
Kepala Gereja yang telah berkenan memimpin dan menyertai keluarga Allah
di jemaat GMI Frankfurt selama 33 tahun ini. Melewati tahun berganti tahun,
generasi berganti generasi, melewati berbagai macam pergumulan dan tantangan
yang diijinkan-Nya, maka Tuhan tetap bermaksud melimpahkan damai sejahtera-Nya
kepada keluarga-Nya oleh pengenalan akan Allah dan Tuhan Yesus (2 Petrus
1:2).
Sub-tema dari tema 2026 untuk bulan Mei-Juni ini adalah: Beriman
dan berdiri teguh dalam membangun keluarga-Nya (Membangun persekutuan
tubuh Kristus yang beriman dan makin teguh di akhir zaman ini). Dan pada
bulan Juni ini kita akan merenungkan bersama bagaimana sebagai gereja-Nya
(Keluarga Allah) kita dapat mempunyai hati yang teguh dalam mengikut Tuhan,
karena yang hatinya teguh akan tetap dijaga Tuhan dengan damai sejahtera
(Yesaya 26:3). Untuk itu, marilah kita tetap berdiri teguh dalam membangun
keluarga Allah yang dipenuhi damai sejahtera. Di akhir zaman ini karena
makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang banyak yang
menjadi dingin (Matius 24:12) dan akibatnya banyak keluarga yang berubah
jadi keluarga yang berantakan dan kehilangan damai sejahtera. Tuhan memanggil
orang-orang beriman dan setiap anggota keluarga-Nya/tubuh-Nya untuk tetap
berdiri teguh. Di bulan Juni ini mari kita mendalami bersama, yaitu bagaimana
kita dapat berdiri teguh dalam membangun keluarga-Nya. Kita tidak hanya
direncanakan bagi kemuliaan-Nya, tetapi juga perlu berusaha memelihara
kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Efesus 4:3). .
Gereja Tuhan hadir dan didirikan oleh Tuhan Yesus di atas muka bumi ini
adalah untuk maksud dan tujuan Allah yang kekal (Matius 16:18, 19). Kehendak
Tuhan atas gereja-Nya adalah supaya kita menjadi kawan sewarga dari orang-orang
kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Untuk itu kita perlu terus dibangun
di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu
penjuru (Efesus 2:19-20). Inilah yang menjadi kunci kekuatan rohani untuk
kita dapat tetap berdiri teguh. Setelah hari Pentakosta (Roh Kudus dicurahkan),
jemaat mula-mula berdiri dengan teguh dan terus dibangun dalam pengajaran
para rasul dan juga dalam persekutuan orang-orang kudus (Kisah Para Rasul
2:42 a, dst.). Pengajaran dan persekutuan orang-orang kudus perlu berjalan
seimbang. Dan mereka dapat berdiri teguh sesuai dengan kehendak Tuhan
dan terus diubah menjadi serupa dengan Kristus dalam kemuliaan yang semakin
besar. Dalam generasi gereja mula-mula banyak orang yang berhasil diubah
menjadi serupa dengan Kristus dan dipenuhi dengan kemuliaan-Nya. Banyak
anggota tubuh Kristus yang diubah oleh kuasa Tuhan dan juga dipakai Tuhan
untuk memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan.
Bila kita menyadari, bahwa karena kehendak Tuhan kita juga sekarang sudah
menjadi bagian dari persekutuan keluarga Allah dalam gereja lokal yang
telah dipilihkan-Nya bagi kita, maka kita perlu berdiri teguh dan proaktif
dalam mengembangkan diri dalam suatu persekutuan jemaat lokal yang sehat
dan sejati, yang didasari atas pengajaran dan kuasa Firman-Nya yang dikerjakan
oleh kuasa Roh Kudus serta praktek hidup bersama dalam sebuah persekutuan
keluarga Allah. Mari kita terus mengingat, bahwa kita Gereja-Nya tetap
dipimpin oleh kuasa Roh Kudus untuk tetap beridri teguh dalam membangun
keluarga-Nya! Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah (keluarga-Nya),
sia-sialah usaha orang yang membangunnya (Mazmur 127:1), Tuhan Yesus memberkati,
Amin!
Oleh Pastor Silwanus Obadja M.Th.