Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita (Titus 1:1)
Kita sebagai gereja-Nya adalah orang-orang pilihan Allah! Dan sebagai orang-orang pilihan Allah kita juga dipanggil untuk memelihara iman dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita (Titus 1:1). Sebagai orang-orang pilihan Allah yang hidup dari iman, kita semua diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman (Gal. 3:8-9). Kesetiaan Abraham kepada Allah, di mana ketika imannya diuji saat dia diminta mempersembahkan anaknya, Ishak, dan dia sebenarnya juga siap mempersembahkan anaknya yang tunggal kepada Allah (Kej. 22:1-19). Sampai akhir hidupnya ia tetap menunaikan panggilannya untuk menemukan negeri yang dijanjikan Tuhan, dan ini merupakan kesetiaan iman. Akhirnya Abraham mengakhiri pertandingan imannya dengan baik. Kehidupan Abraham ini harus juga menjadi teladan bagi kita. Inilah pertandingan yang dimaksud oleh rasul Paulus, bahwa ia memelihara imannya sampai akhir hidupnya (2 Tim. 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman). Memelihara iman bukan hanya berarti sampai mati tetap menjadi orang Kristen yang pergi beribadah ke mana saja kita mau. Pertandingan iman atau yang sama dengan perlombaan yang diwajibkan bagi kita adalah berusaha mengerti apa yang Tuhan kehendaki secara pribadi dan melakukannya. Sebagaimana kehadiran Abraham di dunia ini dikehendaki oleh Allah untuk melakukan keinginan dan rencana Allah, demikian pula dengan keberadaan kita di bumi ini dikehendaki Allah untuk melakukan keinginan dan rencana-Nya. Kalau kita menjadi salah satu dari anak Abraham atau diberi peluang untuk memperjuangkan iman seperti Abraham, berarti kita adalah orang yang penting di mata Tuhan. Seperti pentingnya Abraham sebagai orang pilihan Allah yang memelihara iman, demikian juga betapa pentingnya kita masing-masing sebagai orang pilihan Tuhan memelihara iman dalam ibadah kita. Kita harus terus berjuang untuk selalu melakukan kehendak Tuhan dan memenuhi rencana-Nya. Iblis akan terus berusaha untuk mencegah orang percaya, yaitu salah satunya untuk beribadah di tempat yang kita mau, bukan tempat di mana Dia menanam kita. Di akhir zaman ini banyak orang Kristen yang menjalankan ibadah bukan seturut kehendak Tuhan, tetapi mereka hanya melakukan menurut keinginannya sendiri, bukan karena ketulusan dan keyakinan iman yang teguh (Ibr. 10:19-25) Iblis terua berusaha berjalan keliling dan bekerja keras berusaha menelan siapa saja yang dapat diterkamnya. Kita harus melawan dengan ketekunan dan iman yang teguh, artinya tetap di dalam kesetiaan iman seperti Abraham. Semua orang percaya yang benar mengalami penderitaan dalam perjuangan mempertahankan iman (1 Ptr. 5:8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama). Kita sebagai murid Tuhan dipanggil untuk melatih diri untuk beribadah (1 Tim. 4:7). Kita harus setia secara khusus beribadah di tempat yang Tuhan telah tetapkan atau di mana kita sudah ditanamkan. Seperti ketika Tuhan Yesus dicobai, Ia berkata kepada iblis, engkau harus menyembah (proskuneo) Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti (latruo)!. Itu sebabnya kita juga harus melawan iblis. Memelihara iman bukan hanya berarti sampai mati tetap menjadi orang Kristen yang pergi beribadah ke gereja seperti yang kita mau, tetapi berusaha mengerti apa yang Tuhan kehendaki secara pribadi dan melakukannya di tempat yang Tuhan sudah tetapkan. Mari kita terus memelihara iman dalam menjalankan ibadah yang benar di akhir zaman ini, Amin!
Oleh Pastor Silwanus Obadja M.Th.