Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? (Lukas 18:8 b)
Tahun 2025 baru saja kita lalui. Saya bersama keluarga mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2026. Setelah kita merenungkan bagaimana kita dapat menjadi gereja yang semakin dimurnikan dan dipenuhi kemuliaan Tuhan pada sepanjang tahun 2025 yang baru lalu, maka dalam tahun 2026 ini kami mengajak seluruh pelayan & jemaat Tuhan untuk terus maju menjadi gereja yang semakin beriman dan semakin teguh dalam mengikut Tuhan Yesus. Persoalan terbesar dalam kehidupan pengikut Tuhan di masa menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ini adalah persoalan iman (Lukas 18:8 b - Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?). Kadang-kadang kita masih mendengar ada banyak orang Kristen yang mengeluh karena iman mereka yang begitu mudah goyah, lemah dan tidak kuat, lebih-lebih saat berada dalam perso-alan yang berat. Bila kita rindu memiliki iman yang kuat dan teguh, maka kita harus makin dikudus-kan dalam kebenaran firman-Nya (Yoh. 17:17). Mengapa? Karena iman timbul dari pendengaran oleh Firman Kristus (Roma 10:17). Masih ada banyak orang Kristen yang kurang merenungkan firman Tuhan, atau mungkin membaca Alkitab hanya pada saat tertentu saja. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari jarang sekali mereka menyediakan waktu untuk merenungkan Firman-Nya. Bila kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, maka sebenarnya kita akan membaca dan merenungkan Firman-Nya setiap hari serta dalam setiap keadaan. Semakin kita mengerti Firman-Nya, maka iman kita juga akan semakin kuat. Daud, di sepanjang perjalanan hidupnya tidak pernah lepas dari masalah, tekanan, bahkan ancaman, tetapi semua itu tidak membuat dirinya menjadi lemah dan putus asa. Sebaliknya Daud semakin kuat menaruh iman kepercayaannya kepada Tuhan. Apa kuncinya? Daud sangat mencintai Tuhan dan firman-Nya. Daud berka-ta, "Betapa kucintai TauratMu! Aku merenungkannya sepanjang hari" (Mazmur 119:97). Daud juga bisa menyikapi persoalan yang dia hadapi dengan mata imannya. Dia berkata, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, suaya aku belajar ketetapan-ketetapanMu" (Mazmur 119:71). Daud juga berkata dalam Mazmur 34:20, "Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu". Ini menjadi bukti, bahwa semakin kita karib dengan Tuhan, maka kita juga akan semakin mampu berjalan di dalam kekuatan kuasa Tuhan. Jika kita menjadikan Yesus titik fokus perjalanan iman kita, maka Dia juga akan mendewasakan dan menyempurnakan iman kita. Tuhan menghendaki dan menginginkan agar kita berjalan dalam iman yang makin kuat, dan iman seperti itu akan kita peroleh hanya dengan membaca, merenungkan dan melakukan firman-Nya. Jika kita menginginkan iman yang semakin kuat dalam melalui perjalanan yang penuh tantangan ini, maka mari kita mendisiplin diri dan menyediakan waktu untuk mendengar firman-Nya setiap hari. Sesibuk apapun, mari kita luangkan waktu untuk sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita, yaitu mendalami firman-Nya. Bila kita sebagai murid-murid yang mengasihi-Nya mau bersatu dalam melakukan ini, maka kita juga akan menjadi gereja-Nya yang semakin beriman. Inilah yang menjadi kerinduan kita sebagai gereja-Nya yang hidup di akhir zaman ini. Biarlah kita kelak bisa menjawab pertanyaan dari Lukas 18:8 b tadi dengan berkata, Ya Tuhan, mata kami tertuju kepada-Mu, yang memimpin kami dalam iman yang makin sempurna (Ibrani 12:2). Amin, Tuhan Yesus memberkati kita semua!
Oleh Pastor Silwanus Obadja M.Th.